Login Member
Agenda

Berdiri pada tahun 1965, semula sekolah ini dikenal sebagai STM Pertanian. Saat itu, sekolah itu berdiri di Delanggu. Sejak 1993, sebagian tempat belajar dipindah ke Sabranglor, Trucuk. Sejak 1997, nama STM Pertanian Delanggu resmi berganti menjadi SMKN 1 Trucuk. SMKN ini memiliki dua program keahlian di bidang pertanian yakni Agribisis Produksi Tanaman dan Agribisis Produksi Ternak.

Hingga sekarang, SMKN 1 Trucuk masih intensif menciptakan generasi muda yang siap kerja di bidang teknologi pertanian dan peternakan. Namun sejak tahun 2000 silam, SMK ini mengembangkan sayap dengan membuka program keahlian Teknik Mesin Otomotif. ”Pengembangan ke Teknik Mesin Otomotif merupakan tuntutan zaman. Namun, kami tidak ingin meninggalkan imej sebagai SMK Pertanian,” terang Kepala SMKN 1 Trucuk, Wardani Sugiyarto saat ditemui Espos di sela-sela pameran Mobil Esemka di halaman Gedung Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Klaten, Kamis (5/1/2012).

Tahun 2009 silam, SMKN 1 Trucuk menjalin kerja sama dengan 14 SMK di Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk merancang Mobil Esemka. Empat belas SMK itu di antaranya SMKN 2 Solo, SMKN 5 Solo, SMK Warga Solo, SMKN 2 Wonogiri, SMKN 1 Jakarta, SMK di Ponorogo, SMK di Magelang, SMK di Madiun dan lain-lain.

Masing-masing SMK memiliki keahlian tersendiri dalam merancang bagian-bagian Mobil Esemka itu. Misal, SMKN 1 Jakarta mampu menciptakan alat cetak mesin, sementara pengecoran alat dilakukan di pabrik pengecoran logam di Batur, Ceper, Klaten. Khusus pembubutan mesin dilakukan di SMK Warga Solo. Perakitan mesin dilakukan di SMK Muhammadiyah Magelang. Sementara pembuatan bodi mobil baik interior maupun eksterior dilakukan siswa SMKN 1 Trucuk, SMKN 2 Solo, SMKN 5 Solo dan lain-lain.

Hingga kini, sudah terdapat tiga unit mobil yang berhasil dibuat secara kolaborasi oleh SMKN 1 Trucuk beserta 14 SMK lainnya. Mobil generasi pertama yang dibuat berjenis Land Cruiser, generasi kedua berjenis Sport Utility Vehicle (SUV) dan generasi ketiga berjenis SUV. Mobil SUV yang dipamerkan di halaman Gedung RSPD itu memiliki mesin berkapasitas 1500 CC dengan kapasitas tangki bahan bakar 75 liter.

”Mobil ini dibuat secara kolaborasi siswa dari 15 SMK dalam waktu kurang lebih tiga bulan. Kami ingin menjadikan mobil ini sebagai produk nasional yang berkualitas ekspor. Kami berharap pemerintah bisa memberikan izin untuk produksi secara massal,” ujar Teguh Tri Wiyono, 17, salah seorang siswa SMKN 1 Trucuk yang ikut membuat bagian bodi mobil itu.